ARTIKEL DAN MOTIVASI
Bimbingan Belajar Menulis Huruf Hijaiyah dan Melafalkannya di Depan Teman Pembelajaran

“Belajar huruf hijaiyah adalah langkah awal untuk mencintai Al-Qur’an dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.”
Kegiatan bimbingan belajar menulis huruf hijaiyah merupakan salah satu program pembinaan keagamaan bagi anak-anak yatim binaan Yayasan Bahtera Amal Shalih. Dalam kegiatan ini, anak-anak diajarkan cara menulis huruf hijaiyah dengan benar sekaligus melafalkannya sesuai makhraj dan tajwid dasar.
Setelah menyelesaikan latihan menulis, setiap anak diberikan kesempatan untuk maju ke depan kelas dan melafalkan huruf-huruf hijaiyah di hadapan teman-teman pembelajaran. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih keberanian, meningkatkan rasa percaya diri, serta memperkuat kemampuan membaca Al-Qur’an sejak dini.
Dengan bimbingan para ustadz dan pendamping, anak-anak belajar mengenal huruf-huruf hijaiyah mulai dari Alif hingga Ya. Suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan membuat mereka lebih semangat dalam memahami dasar-dasar membaca Al-Qur’an.
Selain meningkatkan kemampuan membaca dan menulis huruf hijaiyah, kegiatan ini juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan keberanian untuk tampil di depan umum. Setiap anak diberikan apresiasi atas usaha dan semangat mereka dalam belajar.
Melalui bimbingan belajar ini, diharapkan anak-anak yatim dapat semakin mencintai Al-Qur’an, memiliki kemampuan membaca yang baik, serta tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Mengisi Kemerdekaan dengan Belajar, Berbakti, dan Berprestasi

“Kemerdekaan sejati bagi anak-anak adalah kesempatan untuk belajar, berprestasi, dan meraih cita-cita demi masa depan Indonesia yang lebih baik.”
Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, anak-anak yatim binaan Yayasan Bahtera Amal Shalih diajak untuk memaknai kemerdekaan dengan hal-hal yang positif. Belajar dengan rajin, berbakti kepada orang tua, serta taat kepada guru merupakan cara terbaik bagi generasi muda dalam mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan.
Melalui kegiatan peringatan kemerdekaan, anak-anak diajarkan bahwa semangat perjuangan tidak hanya diwujudkan dengan upacara atau perlombaan, tetapi juga dengan tekad untuk menjadi pribadi yang berakhlak baik, disiplin, dan memiliki semangat belajar yang tinggi.
Untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia, diselenggarakan juga berbagai perlombaan yang diikuti dengan penuh antusias oleh anak-anak, di antaranya:
1.Lomba makan kerupuk
2.Lomba memasukkan pensil ke dalam botol
3.Lomba lempar bola ke keranjang
4.Lomba membawa kelereng
Berbagai perlombaan tersebut tidak hanya menghadirkan keceriaan, tetapi juga melatih konsentrasi, kerja sama, sportivitas, dan rasa percaya diri anak-anak. Gelak tawa dan semangat peserta menjadi bukti bahwa peringatan kemerdekaan dapat menjadi sarana pendidikan karakter yang menyenangkan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak dapat meneladani semangat perjuangan para pahlawan dengan cara belajar sungguh-sungguh, menghormati orang tua dan guru, serta menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara.
Kunjungan Donatur Dermawan Bunda Maininda dan Keluarga

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.”
Alhamdulillah, Yayasan Bahtera Amal Shalih menerima kunjungan dari donatur dermawan, Bunda Maininda beserta keluarga, yang hadir untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim binaan. Kunjungan ini menjadi momen yang penuh kehangatan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap pendidikan serta pembinaan keagamaan anak-anak yatim.
Pada kesempatan tersebut, Bunda Maininda dan keluarga memberikan bantuan berupa wakaf Al-Qur’an, buku Iqra, serta bingkisan santunan untuk anak-anak yatim. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung kegiatan belajar Al-Qur’an, meningkatkan semangat mengaji, serta memberikan kebahagiaan bagi para penerima manfaat.
Penyerahan wakaf Al-Qur’an dan buku Iqra menjadi bentuk investasi amal jariyah yang insyaallah akan terus mengalir pahalanya selama digunakan untuk belajar dan membaca Al-Qur’an. Sementara bingkisan santunan yang diberikan menjadi wujud kasih sayang dan perhatian kepada anak-anak yatim.
Kehadiran Bunda Maininda dan keluarga juga memberikan motivasi dan semangat bagi anak-anak untuk terus belajar, beribadah, dan meraih cita-cita mereka. Suasana penuh kekeluargaan yang terjalin menjadi bukti bahwa kepedulian dan berbagi dapat menghadirkan kebahagiaan bagi sesama.
Yayasan Bahtera Amal Shalih mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bunda Maininda dan keluarga atas kebaikan dan kepeduliannya. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan dengan keberkahan rezeki, kesehatan, kebahagiaan keluarga, serta pahala yang terus mengalir sebagai amal jariyah.
Manfaat Daging Qurban untuk Fakir Miskin, Yatim Dhuafa, dan Jompo Lansia

“Dan makanlah sebagian darinya dan berikanlah untuk dimakan orang yang merasa cukup dan orang yang meminta.” (QS. Al-Hajj: 36).
Daging qurban yang dibagikan kepada fakir miskin, yatim dhuafa, dan jompo lansia menjadi wujud kepedulian serta kebersamaan di Hari Raya Idul Adha.
1. Memenuhi Kebutuhan Gizi Bagi sebagian keluarga kurang mampu, daging merupakan makanan yang jarang mereka nikmati. Pembagian daging qurban membantu memenuhi kebutuhan protein dan gizi yang penting bagi kesehatan tubuh, terutama bagi anak-anak yatim dan para lansia.
2. Membahagiakan Yatim dan Dhuafa Momen Idul Adha menjadi lebih bermakna ketika anak-anak yatim dan keluarga dhuafa dapat merasakan kebahagiaan menikmati hidangan daging bersama keluarga. Hal ini menghadirkan rasa syukur dan kebersamaan di tengah keterbatasan yang mereka miliki.
3. Membantu Jompo dan Lansia Dhuafa Para lansia yang hidup sendiri atau dalam kondisi ekonomi yang terbatas sangat terbantu dengan adanya pembagian daging qurban. Bantuan ini menjadi bentuk perhatian dan kasih sayang kepada mereka yang membutuhkan dukungan di usia senja.
4. Mempererat Ukhuwah dan Kepedulian Sosial Qurban mengajarkan nilai berbagi dan memperkuat rasa persaudaraan. Melalui pembagian daging qurban, terjalin hubungan yang erat antara para pekurban, donatur, relawan, dan masyarakat penerima manfaat.
5. Menumbuhkan Rasa Syukur Bagi penerima manfaat, daging qurban menjadi nikmat yang patut disyukuri. Sementara bagi para pekurban, kegiatan ini menjadi sarana untuk berbagi rezeki dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Berbagi Nasi Box Jum’at Berkah untuk Para Pejuang Nafkah Keluarga

“Berbagi di hari Jumat bukan tentang seberapa besar yang diberikan, tetapi tentang seberapa tulus kepedulian yang ditebarkan.”
Program Tebar Nasi Box Jum’at Berkah merupakan salah satu bentuk kepedulian Yayasan Bahtera Amal Shalih kepada masyarakat yang setiap hari berjuang mencari nafkah untuk keluarga. Melalui kegiatan ini, nasi box dibagikan kepada para tukang becak, tukang rongsok, tukang parkir, buruh tani, pengemis, pedagang keliling, serta para jompo dhuafa.
Di tengah aktivitas dan perjuangan mereka mencari rezeki, hidangan sederhana yang diberikan diharapkan dapat menjadi penyemangat dan menghadirkan kebahagiaan. Senyum dan rasa syukur dari para penerima manfaat menjadi bukti bahwa kepedulian sekecil apa pun dapat memberikan arti yang sangat besar.
Program Jum’at Berkah ini juga mengajarkan nilai berbagi dan kepedulian sosial kepada masyarakat. Melalui tangan para donatur dan relawan, amanah kebaikan dapat tersampaikan kepada mereka yang membutuhkan.
Semoga setiap nasi box yang dibagikan menjadi keberkahan bagi para penerima manfaat dan menjadi amal jariyah bagi para donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya. Semoga Allah SWT melimpahkan kesehatan, kelapangan rezeki, dan keberkahan kepada seluruh pihak yang turut mendukung program Tebar Nasi Box Jum’at Berkah.
Kreativitas Menggambar Bebas Sesuai Imajinasi Anak Yatim untuk Membentuk Karakter Diri

Kegiatan menggambar bebas menjadi salah satu sarana pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak yatim binaan Yayasan Bahtera Amal Shalih. Melalui kegiatan ini,anak-anak diberikan kebebasan untuk menuangkan ide, perasaan, dan imajinasi mereka ke dalam sebuah gambar sesuai dengan kreativitas masing-masing.
Setiap goresan warna dan bentuk yang mereka ciptakan mencerminkan dunia, harapan, serta cita-cita yang ada dalam diri mereka. Ada yang menggambar pemandangan, keluarga, sekolah, masjid, hingga impian yang ingin mereka raih di masa depan.
Kegiatan menggambar tidak hanya melatih keterampilan seni, tetapi juga membantu membentuk karakter diri anak. Mereka belajar untuk percaya diri, berani mengekspresikan pendapat, mengembangkan imajinasi, serta menghargai hasil karya sendiri maupun karya teman-temannya.
Melalui aktivitas ini, anak-anak juga diajarkan nilai kesabaran, ketelitian, dan tanggung jawab dalam menyelesaikan gambar yang mereka buat. Suasana yang penuh keceriaan dan kebebasan berekspresi menjadikan kegiatan ini sebagai sarana positif dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Yayasan Bahtera Amal Shalih berharap kegiatan kreativitas menggambar bebas ini dapat menjadi media pembentukan karakter yang baik, menumbuhkan rasa percaya diri, serta membantu anak-anak yatim mengembangkan potensi dan bakat yang mereka miliki.
