ARTIKEL DAN MOTIVASI
Berbagi Kebahagiaan Idul Fitri, Menghadirkan Senyum untuk Yatim penghafal Qur’an . 02 April 2024

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Yayasan Bahtera Amal Shalih melaksanakan kegiatan Distribusi Santunan Idul Fitri kepada anak-anak yatim binaan sebagai wujud kepedulian dan upaya berbagi kebahagiaan di momen yang penuh berkah.
Melalui program ini, adik-adik yatim menerima bingkisan kue lebaran serta uang santunan yang diharapkan dapat menambah kebahagiaan mereka dalam menyambut hari kemenangan. Kegiatan ini menjadi bentuk perhatian dan kasih sayang dari para donatur yang ingin menghadirkan senyum dan kebahagiaan bagi anak-anak yatim di penghujung bulan Ramadhan.
Hari Raya Idul Fitri adalah momen istimewa yang identik dengan kebersamaan dan kebahagiaan. Oleh karena itu, Yayasan Bahtera Amal Shalih berupaya memastikan bahwa anak-anak yatim binaan juga dapat merasakan suka cita lebaran sebagaimana anak-anak lainnya.
Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur yang telah berpartisipasi dalam program ini.
Semoga setiap bantuan yang diberikan menjadi amal saleh yang diterima Allah SWT, dilipatgandakan pahalanya, serta menjadi sebab datangnya keberkahan, kesehatan, dan kemudahan dalam kehidupan.
Pesantren Kilat Yatim Penghafal Al-Qur’an, Menumbuhkan Generasi yang Beriman dan Berakhlak Mulia

Dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an di bulan suci Ramadhan, Yayasan Bahtera Amal Shalih menyelenggarakan kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan bagi yatim penghafal Al-Qur’an binaan yayasan. Kegiatan ini menjadi sarana pembinaan keagamaan untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an.
Pesantren kilat diisi dengan berbagai kegiatan yang bernilai edukatif dan spiritual, di antaranya Tausiyah Ramadhan, dzikir bersama, doa bersama, tadarus Al-Qur’an, shalat berjamaah, serta buka puasa bersama. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, anak-anak diajak untuk lebih memahami makna Ramadhan dan menghidupkan hari-harinya dengan berbagai amalan kebaikan.
Momentum Nuzulul Qur’an menjadi pengingat bagi adik-adik yatim akan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Dengan semangat Ramadhan, mereka didorong untuk semakin giat membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan ini menjadi pengalaman berharga yang memperkuat karakter islami anak-anak yatim, menambah semangat mereka dalam menghafal Al-Qur’an, serta menjadi wasilah turunnya keberkahan bagi para donatur dan seluruh pihak yang mendukung kegiatan ini.
Belajar Memahami Dan menggunakan Ucapan Thoyibah untuk Membentuk Komunikasi yang Santun

Belajar memahami ucapan thoyibah (kata-kata yang baik) menjadi salah satu materi pembelajaran agama yang diberikan kepada anak-anak yatim binaan Yayasan Bahtera Amal Shalih. Melalui kegiatan ini, anak-anak dikenalkan berbagai ucapan yang dianjurkan dalam Islam, seperti mengucapkan Bismillah, Alhamdulillah, Insya Allah, Masya Allah, Astaghfirullah, serta salam sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.
Pengenalan ucapan thoyibah bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai akhlak mulia sejak dini. Anak-anak diajarkan kapan dan bagaimana menggunakan kata-kata tersebut dalam berbagai situasi, sehingga mereka dapat membiasakan diri berkomunikasi dengan tutur kata yang baik, sopan, dan penuh makna.
Dengan membiasakan ucapan yang baik, diharapkan tumbuh sikap saling menghormati, menghargai, dan menjaga perasaan orang lain dalam setiap komunikasi.
Kegiatan belajar berlangsung dengan metode yang menyenangkan, seperti tanya jawab, praktik langsung, dan contoh penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini membuat anak-anak lebih mudah memahami dan mengingat pentingnya menggunakan ucapan thoyibah dalam berbagai aktivitas.
Melalui pembelajaran ini, Yayasan Bahtera Amal Shalih berharap anak-anak yatim binaan dapat tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, memiliki etika komunikasi yang baik, serta mampu menjadi teladan di lingkungan sekitarnya.
Menghafalkan Surat-Surat Pendek di Depan Kelas, Sarana Membentuk Pribadi Anak yang Berani

Menghafalkan surat-surat pendek Al-Qur’an di depan kelas menjadi salah satu kegiatan pembelajaran yang rutin dilaksanakan oleh anak-anak yatim binaan Yayasan Bahtera Amal Shalih. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan hafalan Al-Qur’an, tetapi juga melatih keberanian, kepercayaan diri, dan kemampuan berbicara di hadapan orang lain.
Setiap anak diberikan kesempatan untuk maju ke depan kelas dan membacakan hafalan surat pendek yang telah dipelajari. Dengan penuh semangat, mereka berusaha menampilkan hafalan terbaiknya di hadapan teman-teman dan para pembimbing. Meskipun pada awalnya ada yang merasa malu atau gugup, perlahan mereka belajar untuk tampil lebih percaya diri.
Melalui kegiatan ini, anak-anak diajarkan bahwa keberanian dapat dibangun melalui latihan yang terus-menerus. Mereka belajar mengatasi rasa takut, meningkatkan konsentrasi, serta bertanggung jawab terhadap hafalan yang telah dipersiapkan. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi mereka dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Selain memperkuat kemampuan menghafal Al-Qur’an, kegiatan ini juga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan saling mendukung. Teman-teman yang lain memberikan semangat dan apresiasi kepada setiap peserta yang maju, sehingga tumbuh rasa kebersamaan dan saling menghargai di antara sesama anak yatim binaan.
Belajar Mengaji untuk sarana membentuk akhlak, menumbuhkan keimanan, dan membangun masa depan bagi anak-anak yatim.

Melalui kegiatan pembelajaran Al-Qur’an yang rutin dilaksanakan di Yayasan Bahtera Amal Shalih, para yatim binaan mendapatkan bekal berharga yang akan menemani mereka sepanjang kehidupan.
Mengaji membantu anak-anak mengenal dan mencintai Al-Qur’an sejak dini. Dengan bimbingan para pengajar, mereka belajar membaca ayat demi ayat dengan baik dan benar, memahami adab dalam beribadah, serta menanamkan nilai-nilai kebaikan yang terkandung dalam Al-Qur’an. Kebiasaan ini menjadi pondasi kuat dalam membentuk karakter yang santun, jujur, dan bertanggung jawab.
Selain meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, kegiatan mengaji juga melatih kedisiplinan dan konsentrasi. Anak-anak diajarkan untuk datang tepat waktu, fokus saat belajar, serta berusaha menghafal surat-surat pendek dan doa-doa harian. Proses ini secara tidak langsung membantu meningkatkan kemampuan belajar mereka dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi anak yatim, belajar mengaji juga menjadi sumber ketenangan dan penguatan mental. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an memberikan keteduhan hati serta menumbuhkan rasa optimis dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Mereka belajar bahwa Allah SWT selalu menyertai dan memberikan jalan terbaik bagi hamba-Nya yang beriman dan berusaha.
Mengenal Sifat-Sifat Rasul, Meneladani Akhlak Mulia dalam Kehidupan Sehari-hari

“Meneladani sifat-sifat Rasul adalah langkah awal untuk membentuk pribadi yang jujur, amanah, cerdas, dan bermanfaat bagi sesama.”
Pada Jum’at, 04 Agustus 2023, adik-adik yatim binaan Yayasan Bahtera Amal Shalih mengikuti kegiatan pembelajaran agama Islam dengan tema Mengenal Sifat-Sifat Rasul. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai akhlak mulia yang telah dicontohkan oleh para rasul, khususnya Nabi Muhammad SAW.
Dalam pembelajaran tersebut, adik-adik dikenalkan dengan empat sifat wajib rasul, yaitu Shiddiq (jujur), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (menyampaikan kebenaran), dan Fathanah (cerdas). Para peserta mendapatkan penjelasan tentang makna dari masing-masing sifat serta bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui materi ini, anak-anak diajak untuk memahami bahwa sifat-sifat rasul bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi juga untuk diamalkan. Sikap jujur dalam perkataan, bertanggung jawab terhadap amanah, berani menyampaikan kebaikan, serta rajin belajar agar menjadi pribadi yang cerdas merupakan contoh nyata yang dapat diterapkan dalam kehidupan mereka.
Untuk memperkuat pemahaman, setelah kegiatan pembelajaran selesai adik-adik yatim diberikan tugas untuk menghafalkan sifat-sifat rasul beserta artinya. Dengan metode ini diharapkan mereka tidak hanya mampu mengingat materi yang telah dipelajari, tetapi juga menjadikannya sebagai pedoman dalam bersikap dan berperilaku.
