
“Dan makanlah sebagian darinya dan berikanlah untuk dimakan orang yang merasa cukup dan orang yang meminta.” (QS. Al-Hajj: 36).
Daging qurban yang dibagikan kepada fakir miskin, yatim dhuafa, dan jompo lansia menjadi wujud kepedulian serta kebersamaan di Hari Raya Idul Adha.
1. Memenuhi Kebutuhan Gizi Bagi sebagian keluarga kurang mampu, daging merupakan makanan yang jarang mereka nikmati. Pembagian daging qurban membantu memenuhi kebutuhan protein dan gizi yang penting bagi kesehatan tubuh, terutama bagi anak-anak yatim dan para lansia.
2. Membahagiakan Yatim dan Dhuafa Momen Idul Adha menjadi lebih bermakna ketika anak-anak yatim dan keluarga dhuafa dapat merasakan kebahagiaan menikmati hidangan daging bersama keluarga. Hal ini menghadirkan rasa syukur dan kebersamaan di tengah keterbatasan yang mereka miliki.
3. Membantu Jompo dan Lansia Dhuafa Para lansia yang hidup sendiri atau dalam kondisi ekonomi yang terbatas sangat terbantu dengan adanya pembagian daging qurban. Bantuan ini menjadi bentuk perhatian dan kasih sayang kepada mereka yang membutuhkan dukungan di usia senja.
4. Mempererat Ukhuwah dan Kepedulian Sosial Qurban mengajarkan nilai berbagi dan memperkuat rasa persaudaraan. Melalui pembagian daging qurban, terjalin hubungan yang erat antara para pekurban, donatur, relawan, dan masyarakat penerima manfaat.
5. Menumbuhkan Rasa Syukur Bagi penerima manfaat, daging qurban menjadi nikmat yang patut disyukuri. Sementara bagi para pekurban, kegiatan ini menjadi sarana untuk berbagi rezeki dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
